Terdapat kebutuhan mendesak untuk mengatasi kekurangan tenaga ahli yang kompeten dalam bidang Sistem Informasi Geografis (SIG) di berbagai penelitian ilmiah, institusi publik, dan sektor swasta di negara kita. Pemenuhan kebutuhan ini akan memungkinkan pemanfaatan teknologi secara efektif dan mencegah sistem—yang sering kali dikembangkan setiap tahun dengan biaya jutaan dolar, khususnya oleh institusi publik—menjadi tidak terpakai. Selain itu, penerapan teknologi ini secara lebih luas dan efektif—terutama dalam bidang perencanaan, geologi, pertanian, dan kehutanan—akan meningkatkan kualitas pekerjaan yang dilakukan di bidang-bidang tersebut.